Minggu, 10 April 2011

Pengisian Batrei Melalui Udara?





Kecanggihan sumber daya manusia di zaman sekarang semakin melesat tinggi.Dengan ditemukan berbagai teknologi di zaman sebelumnya membuat para ilmuan di saat sekarang semakin mudah untuk menemukan bahkan menciptakan alat teknologi yang semakin canggih sekarang ini.Bahkan untuk menciptakannya tidak perlu capek-capek mencari alat-alatnya karena sudah tersedia.
Demikian juga dengan penemuan sistem jaringan listrik tanpa kabel (nirkabel) atau melalui udara.Hebat bukan?dan lebih hebatnya lagi yang menemukannya adalah anak-anak bangsa Indonesia.Sistem ini sangat luar biasa untuk digunakan apalagi untuk kemajuan negara tercinta kita Indonesia dapat digunakan untuk mentransfer energi listrik melalui media nirkabel (tanpa kabel). Salah satu aplikasi dari teknologi transfer energi listrik nirkabel ini nantinya dapat diterapkan untuk pengisian baterai ponsel atau laptop melalui udara alias tanpa melalui kabel dan untuk alat-alat elekronik lainnya.
Dibandingkan dengan penemuan Amerika Serikat Palm telah mengaplikasikan prinsip serupa pada produk ponsel pintar mereka, Palm Pre. Baterai ponsel pintar ini bisa diisi dengan hanya menaruh ponsel ini dengan sebuah dok pengecas tanpa kabel bernama TouchStone.Namun,tim peneliti Indonesia telah berhasil mengaplikasikan pengisian baterai ponsel melalui berbagai media tanpa kabel, seperti melalui udara, air, bahkan dinding beton hingga jarak 60 cm. Sebelumnya, untuk pembuktian konsep ini.Anehnya, alat transfer listrik ini bisa menembus air akuarium, tanpa melukai ikan. Padahal, seperti diketahui dalam ilmu fisika, air adalah salah satu konduktor yang baik. Dan secara teoritis, arus yang mengalir pada antena pemancar itu sudah cukup untuk menyetrum ikan-ikan di akuarium hingga mati. Namun, hal ini tidak terjadi.
Alat ini sendiri secara garis besar terdiri dari empat komponen, yakni rangkaian pemancar listrik, antena pemancar (transmitter), antena penerima (receiver), dan rangkaian penerima, yang dipasangi dengan lampu pijar.
Kelebihan dari penggunakan sistem ini tak hanya bisa diterapkan untuk pengisian baterai ponsel atau laptop secara nirkabel, melainkan juga bisa diaplikasikan untuk transfer listrik untuk semua peralatan elektronik berdaya kecil, meliputi radio, televisi, lampu, pemutar musik, dan gadget-gadget lain.Sehingga bagi masyarakat yang mempunyai alat teknologi seperti yang sudah disebutkan diatas,bisa menggunakan sistem teknologi nirkabel ini.Sistem ini sangat membantuh karena praktis,dan bisa ditemukan di tempat-tempat pengisian yang sudah menggunakan sistem ini,jadfi kita tidak perlu kuatir untuk kehabisan batrei dan tidak perlu repot-repot lagi membawah alat-alat yang berat di dalam tas kita karena sistem ini menggunakan energi surya yang berfungsi menyuplai listrik secara nirkabel hingga radius 2 meter dan orang-orang ini bisa mengisi batrei alat elekronik sambil bisa menggunakannya juga.Jadi,dimanapun kita berada bisa mengakses sistem ini selain itu teknologi ini sangat potensial memberi manfaat yang sangat besar, karena aman, praktis dan bisa diterapkan di hampir seluruh peralatan elektronik.


Sistem teknologi ini bisa menjadi solusi yang baik untuk negara kita dalam menghematan pembangunan infrastuktur komunikasi negara yang mengunakan kabel karena dapat menggantikan ribuan mil kabel dan baterai yang mahal dan dapat menghemat uang negara untuk bisa dilakukan dalam pembangunan infrastuktur lainnya karena sudah miliaran rupiah telah dihabiskan untuk membangun infrastruktur jaringan kabel untuk menyalurkan energi listrik selain itu sistem ini cukup aman karena transfer energi dilakukan melalui gelombang elektromagnetik.Bahkan,Sistem ini bisa menghemat penggunakan listrik dalam aktivitas rumah tangga.Jadi,manfaatkanlah sumber daya yang sudah tersedia saat ini!.

Kamis, 07 April 2011

Alat Transfer Energi Listrik Nirkabel Untuk Pengisian Baterai Ponsel & Laptop


Tim peneliti Universitas Indonesia (UI) berhasil menemukan cara baru dalam mentransfer energi listrik melalui media nirkabel (tanpa kabel). Salah satu aplikasi dari teknologi transfer energi listrik nirkabel ini nantinya dapat diterapkan untuk pengisian baterai ponsel melalui udara alias tanpa melalui kabel.
Vendor ponsel asal Amerika Serikat Palm telah mengaplikasikan prinsip serupa pada produk ponsel pintar mereka, Palm Pre. Baterai ponsel pintar ini bisa diisi dengan hanya menaruh ponsel ini dengan sebuah dok pengecas tanpa kabel bernama TouchStone.
Namun,Tim peneliti Universitas Indonesia (UI) telah berhasil mengaplikasikan pengisian baterai ponsel melalui berbagai media tanpa kabel, seperti melalui udara, air, bahkan dinding beton hingga jarak 60 cm. Sebelumnya, untuk pembuktian konsep ini.
Alat ini sendiri secara garis besar terdiri dari empat komponen, yakni rangkaian pemancar listrik, antena pemancar (transmitter), antena penerima (receiver), dan rangkaian penerima, yang dipasangi dengan lampu pijar.
Anehnya, alat transfer listrik ini bisa menembus air akuarium, tanpa melukai ikan. Padahal, seperti diketahui, air adalah salah satu konduktor. Dan secara teoritis, arus yang mengalir pada antena pemancar itu sudah cukup untuk menyetrum ikan-ikan di akuarium hingga mati. Namun, hal ini tidak terjadi.
Metode transfer listrik ini sendiri menggunakan prinsip resonansi frekuensi elektromagnetik.Tim peneliti Universitas Indonesia (UI) menganalogikan sebuah garpu tala yang bila dibunyikan akan membuat garpu tala lain dalam jarak tertentu turut berbunyi.
Fenomena resonansi frekuensi serupa ini,juga terjadi saat sebuah antena pemancar (transmitter) dialiri arus listrik. Antena itu akan menghasilkan medan magnet pada frekuensi tertentu dan membuat antena penerima mengalami medan magnet yang sama, sehingga bisa menghasilkan arus listrik di sisi penerima.
       Kelebihan dari penggunakan sistem ini tak hanya bisa diterapkan untuk pengisian baterai ponsel secara nirkabel, melainkan juga bisa diaplikasikan untuk transfer listrik untuk semua peralatan elektronik berdaya kecil, meliputi radio, televisi, lampu, laptop, pemutar musik, dan gadget-gadget lain.
Oleh karena itu alat ini untuk bisa diaplikasikan pada ponsel atau laptop, sehingga pengguna ponsel dan laptop itu bisa mengisi baterai gadgetnya di hotspot-hotspot tertentu yang ditenagai oleh sel surya, yang berfungsi menyuplai listrik secara nirkabel hingga radius 2 meter.Maka, di sekitar hotspot ini, orang-orang bisa mengisi baterai ponsel sambil menelepon, atau mengerjakan tugas di laptopnya berjam-jam tanpa perlu takut tak kebagian colokan listrikdan prinsip ini juga bisa diterapkan dalam lampu penerangan.Teknologi ini sangat potensial memberi manfaat yang sangat besar, karena aman, praktis dan bisa diterapkan di hampir seluruh peralatan elektronik.
        Sistem teknologi ini bisa menjadi solusi yang baik untuk negara kita dalam menghematan pembangunan infrastuktur komunikasi negara yang mengunakan kabel karena dapat menggantikan ribuan mil kabel dan baterai yang mahal dan miliaran rupiah juga telah dihabiskan untuk membangun infrastruktur jaringan kabel untuk menyalurkan energi listrik selain itu sistem ini cukup aman karena transfer energi dilakukan melalui gelombang elektromagnetik.

Minggu, 03 April 2011

Jepang dalam Bahaya?

Drama penyelamatan umat manusia dari bahaya radiasi nuklir di prefektur Fukushima, Jepang, sepertinya akan berakhir seiring rencana perusahaan dan pemerintah menonaktifkan reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi.
Dilansir dari laman The Guardian, Kamis, 31 Maret 2011, perusahaan operator PLTN, Tokyo Electric Power Co. (Tepco) dan pemerintah Jepang sepertinya kewalahan menangani kerusakan di empat reaktor nuklir di PLTN tersebut.
Upaya pendinginan oleh para "Samurai Nuklir" tak begitu berhasil, malah justru situasi semakin parah. Hal ini membuat Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan, pada Selasa, 29 Maret 2011, menyatakan negaranya dalam keadaan "siaga maksimum".

Petugas di lapangan kini mendeteksi adanya bocoran plutonium terkandung pada tanah. Bocoran diduga berasal dari salah satu reaktor yang mengalami kerusakan terparah, yaitu reaktor unit dua.

Kandungan plutonium tingkat tinggi juga terdeteksi pada genangan air di instalasi tersebut. Dilaporkan, dua orang pekerja dilarikan ke rumah sakit pekan lalu, setelah kakinya terbakar akibat terendam di genangan air plutonium.

Kebocoran ini juga membuat situasi di PLTN Fukushima semakin memburuk. Fluktuasi kadar radiasi di udara kini semakin sering terjadi, dengan kemungkinan terbanyak kadar menembus batas normal.

Zat radioaktif bahkan merambat sampai ke jarak yang jauh dari PLTN. Dilansir dari CNN, Rabu, 30 Maret 2011, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan radiasi tingkat tinggi di kota Iitate, yang berjarak 40 km dari PLTN.

Organisasi Green Peace pada hari Minggu lalu mengatakan radiasi di kota ini 50 kali di atas batas normal. Walaupun masih di bawah tingkat yang dapat menyebabkan sakit akibat radiasi, paparan itu dapat memberikan dampak jangka panjang bagi warga, di antaranya adalah penyakit kanker.

Kedua organisasi ini menyarankan pemerintah memperluas cakupan evakuasi untuk mencegah 7000 warga kota ini terpapar. Sebelumnya, pemerintah hanya mengevakuasi 170.000 warga di wilayah radius 20 km dari PLTN, lebih dari itu dihimbau untuk tetap di dalam rumah.
Menanggapi usulan ini, pemerintah Jepang bergeming. Mereka merasa tingkat radiasi pada tingkat itu belum perlu memicu gelombang evakuasi lagi.
Dinonaktifkan
Akhirnya, Tepco dan pemerintah Jepang menggulirkan rencana penonaktifan reaktor nuklir di PLTN tersebut. Penonaktifan berarti tak akan digunakannya lagi PLTN tersebut untuk pemenuhan kebutuhan listrik, pun tak akan diperbaiki lagi reaktornya.

Direktur Tepco, Tsunehira Katsumata, mengatakan empat reaktor nuklir yang bermasalah di PLTN tersebut akan dinonaktifkan karena usaha mereka tak juga membuahkan hasil.

Katsumata mengatakan tak ada pilihan lain selain mematikan reaktor unit satu sampai empat di PLTN tersebut. Penonaktifan akan dilakukan pada empat unit reaktor, namun reaktor unit lima dan enam tetap akan beroperasi.
Kedua reaktor terletak terpisah dari empat unit reaktor lainnya tersebut dilaporkan tak mengalami kerusakan, karena tidak beroperasi saat gempa bumi dan tsunami terjadi 11 Maret lalu.

Namun, niatan mempertahankan dua reaktor ini ditentang oleh pemerintah. Juru bicara pemerintah Yukio Edano, mengatakan semua reaktor di PLTN yang telah berusia 40 tahun itu akan dinonaktifkan. "Keputusan ini sangat jelas, melihat situasi berkembang saat ini," ujar Edano.
Belum dipastikan kapan penonaktifan ini akan dilakukan oleh pemerintah maupun oleh Tepco.

Bagaimana pendapat anda?